Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Karena 500 Perak

                   Sudah beberapa hari ini tenggorokanku gatal. Dua hari kemarin sudah baikan, tapi hari ini gatal lagi, malahan lebih parah. Kemarin aku makan sate ayam, beberapa waktu yang lalu, sehari sebelum tenggorokanku gatal, aku juga makan sate ayam. Sate yang sama, dijual di seberang gang rumahku.          Masak iya gara-gara makan sate?, tapi sudah dua kali aku mengalami hal serupa. Gak mau beli sate di sana lagi lah, buat jaga-jaga kalau hipotesisku benar. Bisa jadi, ada sesuatu yang mungkin membuatku alergi.          Tapi... setelah kuingat-ingat, ada satu lagi makanan yang kumakan di hari yang sama, saat aku makan sate ayam. Mie kremes 500 perak, yang sebenarnya jadi salah satu jajanan favorit. Lebih masuk akal.          Campuran kecap, bumbu kacang, dan ayam bakar, kemungkinan membuat tenggorokanku gatal jauh lebih kecil dibandingkan dengan...

Tukang Es Krim yang Kuajak Bicara

     Memulai pembicaraan dengan orang asing, atau basa-basi hampir tidak pernah kulakukan. Berbicara dengan orang asing bagiku cukup melelahkan, apalagi jika durasinya lama. Sekedar ditanya, " sekalian isi pulsanya kak " atau  " ada promo roti beli 2 gratis 1 kak " oleh kasir Indomart saja (di daerah rumahku Indomart lebih murah), ada sedikit rasa panik yang muncul, membuatku gelagapan dalam merespon. Biasanya aku balas dengan gelengan cepat-cepat yang mungkin terlihat kurang sopan juga. Hmmm, mulai sekarang harus kubiasaan untuk bilang "Tidak, terimakasih". Memang pertanyaan yang tidak disangka-sangka dari orang seringkali membuatku terkejut dan membuatku bingung dalam merespon. Untuk seorang introvert bertemu dengan orang baru memang bukan hal yang mudah. Tapi beradaptasi itu juga perlu, bisa menempatkan diri dalam berbagai situasi. Karena itu, aku sudah bertekad untuk mulai melatih keterampilan berkomunikasiku.  Orang Kuper yang Ingin Melatih Keterampil...

Pesan Si Sulung

          Berawal dari salah satu tweet seseorang di media sosial tentang “siapa yang ingin sekali kau peluk tapi malu”, membawa ingatan Si Sulung pada Papa. Seseorang yang selalu menghawatirkannya berlebihan hingga membuatnya jengkel, atau membuatnya malu karena sikap udik Papa pada teknologi jaman sekarang. Tapi Papa selalu ada, mau mengantarkan Si Sulung kemana-mana, memenuhi segala kebutuhan hingga Si Sulung tak pernah merasa kekurangan, hingga tak pernah terpikirkan oleh Si Sulung bagaimana kerasnya hidup, hingga Si Sulung selalu merasa baik-baik saja, hidup pastilah mudah padahal Papa semakin menua. Sekarang Si Sulung sudah cukup dewasa. Dia mengerti benar, kedepannya dialah yang menjadi penopang keluarga. Jika saat ini Papa yang selalu menjaganya, menjadi tumpuan semua orang, kelak dia yang harus menjaga Papa dan orang rumah yang dicintainya. Seringkali dia meragukan kemampuannya sendiri. Bisakah dia? Putri sulung yang selalu dikh...

Orang Kuper yang Ingin Melatih Keterampilan Berkomunikasi

Memang semua orang punya kekurangannya masing-masing, begitupun aku. Diantara sekian banyak kekurangan, entah itu dari fisik, sifat, kebiasaan, dll, yang paling mengganggu munurutku untuk saat ini, yaitu kesulitanku dalam berkomunikasi secara verbal. Kemampuanku untuk merangkai kata-kata yang efektif agar dipahami lawan bicara bisa dibilang masih kurang. Ketika seseorang bertanya suatu hal, dalam pikiranku ada banyak potongan kata-kata yang ingin aku utarakan, tapi kata itu berkumpul jadi satu seperti benang kusut, dan untuk menguraikannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Ketika aku memaksakan benang kusut itu keluar membentuk kata-kata jadilah kalimatnya sukar dipahami, patah-patah, dan tidak kohern. Belum lagi jika aku dalam keadaan gugup, tempo bicaraku menjadi lebih cepat berharap agar pembicaraan segera selesai, sehingga apa yang kumaksudkan tidak bisa ditangkap dengan baik oleh lawan bicara.  Mengapa aku begitu kesulitan berkomunikasi?  Jika ditarik kebelakang, memang ...